Aburizal Orang yang Berani dan Tegas

Jendral TNI (Purn.) Luhut B. Panjaitan

Pendiri dan Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teror Kopassus, Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

13640150033_0c946a15fc_bSaya sudah lama mengenal Aburizal Bakrie, yang sekarang dikenal dengan panggilan ARB. Saya sudah mengenal dia sejak masih bertugas di Timor Timur. Saya seorang tentara dan dia seorang pengusaha.

Di mata saya, Aburizal adalah teman yang baik. Sebagai seorang teman, dia adalah pribadi yang sangat hangat dan setiakawan. Dia juga sosok yang pandai berbisnis dan memimpin organisasi. Selengkapnya…

Ical, Cinta Monyet, dan Monyet Lampung

Oleh: Dewi Arkowati (Wiwik)

Teman Lama di TK dan SD Perwari

ical dan wiwik

Saya sudah lama kenal dengan Aburizal Bakrie, yang akrab kita panggil Ical. Saya dan Ical adalah teman sejak TK sampai Sekolah Rakyat atau SD Perwari. Kami bersama-sama sejak TK sampai kelas enam SD, meski kita tidak selalu satu kelas.

Kesan saya selama berteman dengan Ical, banyak sekali. Yang paling menonjol, buat saya, dia sosok yang pintar dan baik hati. Bayangkan saja, Ical adalah anak yang pintar dan kaya, namun dia tidak sombong, tidak pilih-pilih dalam bergaul, dan tetap baik hati dengan teman-temannya. Selengkapnya…

Bang Ical yang Saya Kenal

Oleh : Indra J Piliang

Dewan Penasehat The Indonesian Institute

foto indra piliangAda banyak hal tentang judul di atas. Hanya saja, keterbatasan halaman membuat saya harus memilah-milah lagi. Apalagi, judul di atas mengandung subjektifitas tinggi, dan itu tak mudah.

Nama Aburizal Bakrie saya dengar ketika saya bekerja sebagai sekretariat, office boy, serta merangkap macam-macam, di Apartemen Taman Rasuna pada tahun 1999-2000. Ya, nama itu adalah “pemilik” apartemen itu. Majikan sayalah yang menceritakan segala sesuatu menyangkut sepak-terjang tetua di Grup Bakrie itu. Namun, saya tidak terlalu memikirkan, bahkan ketika saya masuk ke kehidupan sebagai seorang analis politik. Selengkapnya…

Bergaul Luas dan Menjaga Persahabatan

Oleh: H. Azkarmin Zaini
Wartawan, Sahabat Lama

Dng Aburizal Bakrie 1Semasa di SMA 3/Teladan B Negeri, Setiabudi – Jakarta (1961-1964), sebagai teman di sekolah dan sahabat di luar sekolah, ada beberapa hal yang menonjol pada Aburizal Bakrie atau sering dipanggil Ical. Yang paling menonjol adalah, ia selalu menjadi bintang kelas karena nilai rapornya selalu bertengger di atas. Menjadi bintang kelas juga merupakan “trade mark” ketiga  adik Ical, yaitu Roosmania (Odi), Nirwan (Iwan), dan Indra.

Ical sangat bersungguh-sungguh dalam belajar. Kalau dia punya pekerjaan rumah (PR), apalagi kalau besok ada ulangan, jangan harap Ical mau diajak bepergian. Andaikata kurang puas dengan hasil ulangan, dia terlihat kesal. Tapi kekesalan itu dilampiaskannya dengan lebih keras lagi belajar mata pelajaran itu. Selengkapnya…

Pemimpin yang Percaya Pada Anak Muda

Oleh: Ahmad Dolly Kurnia

Ketua Umum KNPI

41. Ahmad Doli Kurnia_01Sudah lama saya mengenal sosok Aburizal Bakrie yang merupakan salah satu pengusaha sukses. Saya kira banyak orang juga tahu kiprah tokoh yang terakhir menjabat sebagai Menko Kesra itu. Namun saya mulai kenal dekat dengan Pak Ical adalah saat saya mendukung dia dalam bursa ketua umum Partai Golkar saat Musyawarah Nasional (Munas) di Pekanbaru Oktober 2009.

Mengapa saya mendukung Pak Ical? Karena saya melihat beliau begitu mendukung anak muda. Pak Ical sangat percaya dengan anak muda, dan potensi para pemuda dalam politik dan kehidupan berbangsa. Karena itu kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Pak Ical banyak mengakomodasi anak muda. Selengkapnya…

Dari Economic Entreprenuer Menjadi Political Entrepreneur

Oleh: Aulia Rachman
Politikus Partai Golkar, mantan Anggota DPR RI

Aulia_001-277x300Saya mengenal Aburizal Bakrie saat masih kuliah. Kebetulan kami sama-sama aktif di Dewan Mahasiswa (Dema). Pak Ical Ketua Dema ITB saya Sekjen Dema Universitas Indonesia (UI).

Perkenalan saya dengan Pak Ical sebenarnya sudah sejak di bangku SMA. Meski kami berbeda SMA, namun sudah saling kenal. Pertemanan makin dekat setelah Pak Ical setelah jadi mahasiswa.

Pertemuan dengan Pak Ica terjadi pada bulan April 1970. Saat itu Dema ITB mengadakan pertemuan dengan Dema UI dan Unpad di hall ITB. Agendanya adalah persiapan pertemuan Dema se-Asia Tenggara atau Association of South East Asia Student (ASEAS).

Ada kenangan tak terlupakan dengan Pak Ical di sana. Pada waktu itu terjadi konflik antar peserta di tiga Dema itu. Pertengkaran terjadi saat akan mengambil keputusan untuk menunjuk satu wakil dari tiap Dema untuk menjadi pengurus ASEAS. Selengkapnya…

Saya “Manfaatkan” Pak Ical untuk Batik

Oleh: Iman Sucipto Umar

Presiden Direktur PT Trypolyta Indonesia, Ketua Umum Yayasan Kadin, mantan Sekjen PII, mantan Sekjen /Direktur Eksekutif Kadin

DRI_Sucipto_008Saya mengenal Pak Aburizal Bakrie sejak menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Hubungan kami semakin dekat karena memiliki hubungan keluarga. Adik Pak Ical, Ibu Odi, kebetulan menikah dengan kakak ipar saya atau kakak istri saya.

Pernikahan ini membuat hubungan di antara dua keluarga yang sudah erat menjadi semakin erat.Sejak dulu, jika lebaran atau Idul Fitri, keluarga saya selalu ke tempat Pak Achmad Bakrie, orangtua Pak Ical. Anak saya Bobby Gafur Umar, sekarang Presiden Direktur Bakrie & Brothers, juga sangat dekat dengan Pak Ical. Kedekatan Bobby dengan Pak Ical terjalin sejak Bobby sekolah di AS. Setiap Pak Ical ke Amerika, selalu menghubungi Bobby dan ia meminta Bobby bekerja di perusahaannya bila telah lulus. Selengkapnya…

Birokrasi Praktis Ala Pak Ical

Oleh: Zulham Mubarak

Wartawan Jawa Pos

foto-kenang-kengan1-300x199Memori itu masih segar di ingatan saya. Hari Rabu 25 Januari 2009. Jarum jam menunjukkan pukul 21.00 WIB ketika saya menerima pesan singkat dari editor saya. Tolong siapkan wawancara khusus dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie untuk edisi Jumat 27 Januari. Halaman sudah siap. Pesan yang datang malam itu bagai petir bagi seorang wartawan yang baru bertugas selama enam bulan di pos Menko Kesra. Menyiapkan sesi wawancara dalam waktu kurang dari 48 jam dengan seorang menteri yang juga orang terkaya di Asia Tenggara, apakah mungkin?

Jawabannya bisa anda akses di link ini http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=49751 . Saya memang beruntung karena berhasil mewawancarai sang menteri secara langsung dalam tempo yang cukup singkat. Namun, itu lebih dari sekedar keberuntungan. Karena ternyata, Pak Ical (panggilan akrab Aburizal Bakrie) adalah sosok pejabat yang tidak menyukai sistem birokrasi yang berbelit.
Selengkapnya…